Subaru Electric Car dan Cara Perawatan Mobil Listrik

subaru electric car
subaru electric car image source torquenews.com

 

Mobil listrik kembali mendunia. Beberapa produsen mobil ternama berlomba menciptakan mobil listrik yang diklaim lebih ramah lingkungan.

Salah satunya adalah produsen mobil dengan brand Subaru dari Jepang. Banyaknya peminat mobil listrik membuat salah satu produsen mobil kenamaan ini membuat subaru electric car.

 

Meski sama-sama mobil, ternyata banyak perbedaan antara mobil konvensional yang berbahan bakar minyak dengan mobil listrik. Salah satunya adalah dalam hal perawatan.

Ada banyak cara perawatan subaru electric car dan mobil listrik lainnya yang tidak sama dengan mobil konvensional.

Agar tidak salah langkah, ketahui beberapa cara perawatan mobil listrik berikut ini :

  1. Rutin Memeriksa Radiator

Salah satu persamaan mobil konvensional dengan mobil listrik adalah sama-sama memiliki radiator. Fungsi radiator sendiri adalah sebagai pendingin saat suhu mesin sedang naik. Di dalam radiator terdapat coolant. Coolant inilah yang disarankan untuk diganti setiap mobil menempuh jarak 60 ribu kilometer. Coolant yang sering diganti akan menjaga performa baterai dan motor listriknya agar tetap stabil.

  1. Menggunakan Slow Charging

Ada dua jenis pengisian daya baterai. Yaitu fast charging dan slow charging. Fast charging biasanya digunakan ketika mengisi daya baterai di stasiun pengisian. Sedangkan slow charging biasanya digunakan oleh subaru electric car atau mobil listrik lainnya untuk pengisian harian.

Kedua jenis charging ini memiliki kelebihan dan kelemahan. Fast charging memang akan mengisi lebih cepat. Sayangnya cara ini justru akan cepat merusak baterai. Sedangkan slow charging lebih lama dalam pengisian. Tapi membuat baterai lebih awet. Maka dari itu, jika menginginkan baterai lebih awet, sebaiknya gunakan slow charging untuk kebutuhan sehari-hari.

  1. Mengganti Oli Speed Reducer

Agar memiliki tenaga untuk melaju, setiap mobil listrik memerlukan motor listrik yang dihubungkan ke roda. Motor agar tetap bisa melaju dengan lancar, motor listrik membutuhkan pelumas atau oli speed reducer. Meski tidak harus dilakukan penggantian secara berkala, tidak ada salahnya mengganti oli speed reducer. Karena jumlahnya juga tidak banyak. Hanya satu liter saja.

  1. Melakukan Service Rutin

Di Indonesia sendiri, mobil listrik masih merupakan barang baru. Termasuk subaru electric car. Karena itu perlu dilakukan perawatan rutin di bengkel resminya. Agar bisa ditangani oleh orang yang memang ahli di bidangnya. Jangan membawa mobil listrik pada sembarang bengkel. Apalagi yang tidak berkompeten. Karena hanya akan membuat kerusakannya semakin parah.

  1. Mengganti Filter AC

AC memang tidak berhubungan langsung dengan performa mobil. Tapi tanpa adanya AC, kenyamanan pengemudi akan terganggu. Apalagi jika harus berkendara di kota yang sering macet dan panas. Mengganti filter AC pada mobil listrik harus rutin dilakukan agar sirkulasi udara kabin tetap terjaga.

 

  1. Mengganti Kampas Rem

Ada beberapa mobil listrik yang dilengkapi dengan fitur keselamatan yang cukup canggih.

Seperti subaru electric car.

Tapi meski demikian bukan berarti mengabaikan fitur keselamatan yang paling dasar.

Pemeriksaan kampas rem depan dan belakang mutlak dilakukan saat pemeriksaan rutin di bengkel.

Jika ditemukan minyak rem yang kualitasnya menurun segera bisa dilakukan penggantian.

 

  1. Tetap Chas Meski Tidak Sedang digunakan

Ketika ada PSBB seperti sekarang, mungkin mobil akan lebih lama diam di garasi dibandingkan dengan harus berada di jalanan.

Tetap selalu usahakan baterai dalam kondisi penuh.

Karena membiarkan isi baterai di bawah 10 persen justru akan semakin mempercepat kerusakan baterai itu sendiri. Sama halnya dengan smartphone.

Meski tidak banyak digunakan tetap saja harus diisi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *