Berbagai Penyakit Psikologis Bagi Pecandu Anime Demon Slayer Uniqlo

demon slayer uniqlo
demon slayer uniqlo image source mothership.sg

 

Hobi terhadap sesuatu yang berlebihan tidak hanya akan mengganggu keseimbangan dalam hidup.

Tapi juga bisa menimbulkan ketergantungan hingga berbagai penyakit psikologi yang akut pada penderintanya.

Termasuk hobi berbagai macam anime seperti demon slayer uniqlo.

demon slayer uniqlo
demon slayer uniqlo image source artforia.com

Meski mungkin dianggap hanya sebelah mata atau hobi anak kecil, ketergantungan pada demon slayer uniqlo maupun anime yang lain ternyata tidak bisa dianggap sebelah mata.

Ada diantara mereka yang hingga menarik diri dari kehidupan sosial dan hanya menghabiskan seluruh waktunya untuk menonton demon slayer train movie.

Jenis Penyakit Psikologis Bagi Pecandu Enmu Demon Slayer

Bagi kamu penggemar demon slayer uniqlo atau anime garis keras, hati-hati dengan beberapa penyakit psikologis berikut ini :

  1. Weeaboo

Penggemar anime manik pasti tidak asing dengan istilah weeaboo. Tidak banyak yang tahu bahwa weeaboo ternyata sebuah singkatan. Dari kata want to be Japanese. Atau bisa juga dikatakan sebagai Japanese Wannabe. Yang artinya orang jepang jadi-jadian karena seringnya menggunakan kostum demon slayer uniform.

Ini fenomena yang cukup unik sekali. Kenapa? Karena tampilan mereka kadang berlebihan. Termasuk juga melebihi gaya orang-orang Jepang asli. Mereka berhalusinasi sedang hidup di Jepang. Menggunakan bahasa Jepang, berbudaya Jepang, hingga berpakaian ala-ala Jepang seperti tokoh demon slayer uniqlo di negaranya sendiri.

Fenomena weaboo ini sudah banyak terjadi di negara-negara luar Jepang. Termasuk Indonesia. Bayangkan saja! Ketika banyak orang Indonesia menyebut Jepang adalah negara penjajah negerinya, para weeaboo menyebut Jepang adalah pahlawan hanya karena anime demon slayer uniqlo ataupun anima yang lain.

  1. Chuunibyou

Kalau weeaboo suka bertingkah ala-ala Jepang, Chuunibyou tak mau kalah dalam hal imajinasi. Mereka berhalusinasi seakan memiliki kekuatan supranatural ala-ala tokoh dalam anime demon slayer uniqlo. Bahkan tak jarang penderita Chuunibyou tampil sambil membawa senjata yang sering digunakan oleh anime yang bergenre supranatural.

Fenomena ini akan cukup menggelikan bagi yang tidak paham. Parahnya lagi, penderita pengakit psikologi ini akan dengan mudahnya meremehkan orang lain dan merasa sombong akan kemampuan halusinasinya tentang demon slayer uniqlo ataupun anime lainnya.

  1. Hikikomori

Jika kamu sudah merasa ingin tertawa dengan dua jenis penyakit psikologi di atas, bersiaplah tertawa lebih keras dengan penyakit psikologis pecandu anime yang satu ini. Iya. Namanya Hikikomori. Saking sukanya pada demon slayer uniqlo ataupun anime lain, mereka rela menarik diri dari kehidupan nyata. Waktu mereka hanya habis digunakan untuk menonton anime di kamar.

Biasanya penderita Hikikomori ini ada karena memiliki orang tua yang sibuk bekerja dan selalu dimanja dengan uang atau fasilitas lainnya. Alhasil, mereka terlalu bebas dengan hobinya sehingga lupa dengan dunia nyata.

demon slayer uniqlo
demon slayer uniqlo image source uniqlo.com

Hingga hari ini, sudah dilaporkan adanya kasus Hikikomori yang jumlahnya hingga jutaan. Bahkan ada diantara mereka yang menolak menjalani kehidupan normal seperti sekolah atau menikah. Karena terlalu cinta dengan anime-anime kesukaan mereka.

  1. Nijikon

Dari berbagai jenis penyakit psikologis akibat kecanduan demon slayer uniqlo ataupun anime lainnya, Nijikon bisa dikatakan paling parah. Pasalnya, penderita nijikon bisa kehilangan gairah seksual terhadap lawan jenis manusia. Bahkan mereka rela menikah dengan animasi 2D yang ada di berbagai objek benda. Kalau kamu pernah mendengar berita tentang seorang pemuda Korea yang menikahi bantal bergambar tokoh anime, itulah salah satu contoh kasus Nijikon.

Itulah 4 penyakit psikologis yang dialami oleh pecandu demon slayer uniqlo ataupun anime yang lain. Dari artikel ini bisa diambil kesimpulan bahwa suka berlebihan hanya akan mendatangkan kerugian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.