Moskow Tutup Kelompok Pembela HAM Tertua di Rusia

Pengadilan di Moskow hari Rabu (25/1) memutuskan untuk menutup organisasi pembela hak asasi manusia tertua di Rusia, sebagai bagian dari langkah terbaru yang diambil untuk menindas media independen, kelompok HAM dan aktivis oposisi dalam beberapa bulan terakhir.

Pengadilan Kota Moskow mendukung petisi Kementerian Kehakiman Rusia untuk menutup “Moscow Helsinki Group”.

Kementerian menuduh organisasi itu melanggar registrasi resminya di Moskow karena menangani kasus HAM di luar wilayah ibu kota Rusia.

Moscow Helsinki Group didirikan tahun 1976. Kelompok itu menuntut pembebasan para tahanan politik dan penciptaan hak-hak demokratis.

Salah satu pendiri kelompok itu adalah Lyudmila Alexeyeva, pelopor aktivis HAM dan pembangkang yang menantang rezim Soviet dan Rusia selama puluhan tahun.

Pada tahun 2017, pada ulang tahunnya yang ke-90, Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjunginya secara pribadi untuk memberikan ucapan selamat dan berterima kasih atas jasanya. Ia meninggal dunia pada 2018.

Dalam dua tahun terakhir, Kremlin melakukan rangkaian penindasan terhadap kelompok HAM, organisasi media independen dan aktivis oposisi, menumpas perbedaan pendapat.

Banyak dari mereka diberi label “agen asing,” label yang mengindikasikan pengawasan lebih ketat dari pemerintah dan mengandung konotasi yang sangat negatif.

Beberapa kelompok HAM dan organisasi media dinyatakan “tidak diinginkan,” istilah yang membuat suatu organisasi menjadi terlarang di Rusia.

Beberapa kritikus Kremlin telah ditahan, sementara puluhan lainnya meninggalkan Rusia karena takut dipersekusi. [rd/ka]