Profil Maher Zein, Penyanyi Religi Asal Swedia Kecam Pembakaran Al-Quran

Suara.com – Profil Maher Zain baru-baru ini sedang menarik perhatian publik. Sebab, penyanyi religi ini buka suara atas aksi pembakaran Al-quran di Stockholm dalam demonstrasi anti-Turki serta upaya Swedia untuk turut bergabung dengan NATO.

Kecaman terhadap pembakaran Al-quran di Swedia ini diketahui dari unggahan foto dirinya yang memegang kitab suci agama Islam di akun Instagram resmi Maher Zein @maherzainoffial pada hari Senin (23/01/2023). Melalui unggahannya, Maher Zain mengecam atas aksi pembakaran Alquran tersebut.

Bahkan jika Anda membakar semua Quran di seluruh dunia, tidak mungkin untuk menghapus Alquran dari hati kami!

Dengan segala hormat terhadap kebebasan berbicara, tetapi bagaimana bisa rasisme, kebencian, dan perilaku kebencian berada di bawah hukum kebebasan berbicara?” tulisnya.

Baca Juga:
Populer Sepanjang Zaman, Simak Lirik Lagu Ramadhan Tiba – Opick

Maher Zain menambahkan, “Aku suka Swedia, tapi ini sudah terlalu jauh. Di mana rasa hormat dan kepedulian terhadap sesama manusia? Ini benar-benar menyedihkan. Saya juga berharap bisa melihat perubahan segera.

Unggahan Maher Zein yang mengecam atas aksi pembakaran Alquran tersebut mendapatkan dukungan dari rekan penyanyi religi dan para fans dari berbagai negara.

Nah, bagi yang ingin mengenal lebih dekat sosok Maher Zein, berikut ini profil Maher Zein.

Profil Maher Zein

Diketahui, Maher Zain merupakan seorang penyanyi Swedia sekaligus produser musik dari Lebanon. Maher Zein lahir pada tanggal 16 Maret 1982 di Lebanon. Saat usianya 8 tahun, dia dan keluarganya hijrah ke Swedia. Maher Zein pun melanjutkan sekolahnya disana.

Baca Juga:
9 Potret Terbaru Sulis Mantan Penyanyi Cilik, Kini Jadi Mentor Acara Musik Religi

Saat usia 10 tahun, Maher Zain sudah mampu menguasai keyboard. Bakat bermusiknya memang sudah terlihat sejak dia masih kecil.

Selama masa remajanya, Maher kerap menghabiskan malam hingga larut bersama teman-teman sekolahnya dengan menulis, bernyanyi, rap, serta bereksperimen dengan musik.

Hingga akhirnya, Maher memutuskan untuk menekuni musim. Musik yang di bawakannya terinspirasi dari sang ayah yang kebetulan seorang musisi terkemukal di kota Tripoli (Lebanon). Kini, dia menjadi penyanyi sekaligus produser musik Swedia. 

Pada awal tahun 2009, Maher melakukan kerja sama dengan Awakening Records yakni perusahaan musik religi. Lalu, Maher Zein mengeluarkan album perdanya berjudul “Thank You Allah” yang terdiri dari 13 lagu serta dua lagu bonus yang rilis pada 1 November 2009. 

Demikian ulasan mengenai profil Maher Zein, penyanyi di Swedia sekaligus produser Musik asal Lebanon yang baru-baru ini mengecam aksi pembakaran Alquran di Swedia. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kontributor : Ulil Azmi