Parlemen Bosnia Setujui Pemerintahan Baru dan PM Perempuan Pertama

Parlemen Bosnia pada hari Rabu (25/1) menyetujui pemerintahan baru yang dipimpin oleh perdana menteri perempuan pertama di negara Balkan itu, Borjana Kristo (61 tahun).

Salah satu tugas pertama Borjana Kristo adalah menyetujui reformasi besar-besaran untuk melanjutkan pengajuan keanggotaan Bosnia ke Uni Eropa.

Pemerintahan baru itu didukung oleh anggota parlemen dari 10 partai politik yang mencapai kompromi, terlepas dari perbedaan ideologi masing-masing untuk membentuk sebuah koalisi, setelah pemilu Oktober lalu yang memecah bangsa secara etnis.

Koalisi itu, yang diamanatkan Konstitusi Bosnia, mencakup perwakilan tiga kelompok etnis utama negara tersebut, yaitu etnis Bosnia, Kroasia dan Serbia.

Kesembilan menteri diajukan oleh Kristo sendiri, yang merupakan keturunan Kroasia.

Uni Eropa memutuskan untuk menambahkan Bosnia ke dalam daftar resmi kandidat anggota blok berisi 27 negara itu Desember lalu, terlepas dari hujanan kritik atas cara negara itu dikelola.

Namun pemerintahan Kristo harus mengadopsi dan menerapkan reformasi politik, sosial dan ekonomi sebagai bagian dari proses penerimaan keanggotaan.

Perluasan Uni Eropa terhenti dalam beberapa tahun terakhir. Namun sejak Rusia menyerang Ukraina akhir Februari lalu, para pejabat Uni Eropa menekankan perlunya meningkatkan keterlibatan blok tersebut dengan negara-negara Balkan Barat untuk memastikan keamanan Eropa yang lebih luas. [rd/ka]