Bola  

UEFA Nations League akan gunakan fase gugur model baru setelah 2024

Dengan menerapkan fase gugur yang baru, tim-tim akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk melaju

Jakarta (ANTARA) – Kompetisi UEFA Nations League akan menggunakan fase gugur model baru setelah 2024, demikian diumumkan badan sepak bola Eropa itu setelah pertemuan Komite Eksekutif.

Fase gugur akan dimainkan pada Maret dan menciptakan keberlanjutan antara fase grup yang berakhir pada November dengan putaran final pada Juni.

Pemenang dan tim peringkat kedua League A akan berpartisipasi pada perempat final yang menggunakan format kandang dan tandang, di mana para pemenang akan lolos ke empat besar.

Tim peringkat ketiga di League A dan tim-tim peringkat kedua di League B, serta tim peringkat ketiga League B dan tim peringkat kedua League C akan memainkan pertandingan promosi-degradasi dengan menggunakan format kandang dan tandang.

“Dengan menerapkan fase gugur yang baru, tim-tim akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk melaju sambil menjaga jumlah pertandingan yang sama dengan kalender pertandingan internasional,” kata Presiden UEFA Aleksander Ceferin seperti dikutip laman resmi UEFA.

Di sisi lain, pertandingan-pertandingan kualifikasi Piala Eropa dan Piala Dunia akan dipadukan. Untuk kualifikasi kedua ajang tersebut, tim-tim peserta akan dibagi dalam 12 grup yang berisi empat atau lima tim.

“Prediktabilitas untuk kualifikasi Piala Eropa juga telah ditanggapi dan ditangani, dengan format baru yang segar, yang akan menawarkan peluang yang sama bagi setiap tim untuk lolos ke turnamen-turnamen utama,” tambah Ceferin.

“Format baru menjanjikan untuk menghadirkan lebih banyak kegembiraan kepada kompetisi-kompetisi sepak bola tim nasional Eropa, yang terus tumbuh dan semakin kuat,” pungkas pria asal Slovenia itu.

Format-format baru untuk kompetisi-kompetisi tersebut efektif akan diaplikasikan pada September 2024.

Baca juga: Semifinal UEFA Nations League: Kroasia vs Belanda, Spanyol vs Italia

Baca juga: Rusia kembali temui UEFA agar bisa kembali berkompetisi

Baca juga: Gara-gara Chelsea, UEFA akan ubah aturan FFP terkait kontrak pemain

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2023