Apakah Boleh Puasa Rajab 2023 Selang Seling? Ikuti Petunjuk Rasulullah SAW Ini

Suara.com – Puasa Rajab adalah ibadah puasa yang dilakukan pada bulan Rajab. Merangkum NU Online, berdasarkan beberapa hadis Nabi, puasa ini hukumnya sunah. Lalu apakah boleh puasa Rajab 2023 selang seling?

Masih dari sumber yang sama, disebutkan jika Nabi Muhammad SAW memberi petunjuk pada sahabatnya, Al Bahili untuk berpuasa di bulan-bulan mulia termasuk bulan Rajab namun tak dilakukan secara terus menerus.

Hal ini merujuk pada hadis riwayat Abi Dawud yang menyebut berpuasalah dengan cara selang seling, bukan dilakukan secara berkelanjutan tanpa jeda.

“Berpuasalah dari bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah, berpuasalah dari bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah, berpuasalah dari bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah.’ Nabi mengatakan demikian seraya berisyarat dengan ketiga jarinya, beliau mengumpulkan kemudian melepaskannya.”

Baca Juga:
Bagaimana Hukum Memakai Kondom dalam Islam, Halal atau Haram? Ini Kata Para Ulama

Jeda yag dimaksud di sini disimpulkan tiga hari yang bisa dibaca sebagai tiga hari berpuasa, tiga hari berbuka. Atau tiga hari berturut-turut puasa, selanjutnya dijeda satu atau dua hari untuk berbuka, lalu kembali berpuasa selama tiga hari.

Syekh Abut Thayyib Syamsul Haq Al-Azhim dalam Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, juz VII, halaman 58 turut memberi pandangannya terkait hadis ini dengan mengatakan:

“Maksudnya, berpuasalah dari bulan-bulan mulia, apa yang engkau kehendaki. Nabi berisyarat dengan ketiga jarinya untuk menunjukkan bahwa Al-Bahili hendaknya berpuasa tidak melebihi tiga hari berturut-turut, dan setelah tiga hari, hendaknya meninggalkan puasa selama satu atau dua hari. Pemahaman yang lebih dekat adalah, isyarat tersebut untuk memberikan penjelasan bahwa hendaknya Al-Bahili berpuasa selama tiga hari dan berbuka selama tiga hari. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Syekh As-Sindi. Wallahu a’lam.”

Namun petunjuk Nabi di atas sifatnya kasuistik, yaitu menyesuaikan kondisi orang yang bertanya yang dalam hal ini tergolong orang yang lemah. 

Petunjuk Nabi dalam puasa Rajab yang dijelaskan di atas ditujukan untuk orang yang keberatan memperbanyak puasa di bulan Rajab. Bagi orang yang kuat berpuasa Rajab melebihi petunjuk di atas, maka itu lebih baik baginya.

Baca Juga:
Hukum Puasa Qadha dan Tata Caranya Menurut Ulama

Hal ini diamini oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitam dalam Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra, juz II, halaman 53.

“Ulama berkata, Nabi memerintahkan Al-Bahili untuk meninggalkan puasa, sebab memperbanyak puasa baginya berat sebagaimana yang disebutkan dalam awal hadits. Sedangkan bagi orang yang tidak berat berpuasa, maka berpuasa di sepanjang bulan-bulan mulia merupakan keutamaan.”

Kesimpulannya, apakah boleh puasa Rajab 2023 selang seling? Jawabannya tidak ada batasan berapa hari yang baik untuk puasa. Seabiknya sesuaikan kemampuan setiap orang. Puasa Rajab bisa dilakukan satu hari, tiga hari, satu minggu bahkan satu bulan penuh. Semoga penjelasan ini bermanfaat dapat dipahami dengan baik.

Kontributor : Rima Suliastini