Rupiah Tertekan Seiring Perbaikan Ekonomi Eropa

Nilai tukar rupiah tertekan seiring membaiknya ekonomi Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (25/1/2023) sore tertekan seiring membaiknya ekonomi Eropa. Rupiah ditutup melemah 78 poin atau 0,52 persen ke posisi Rp 14.965 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.888 per dolar AS.


“Untuk USD:IDR, sentimennya berasal dari Eropa yang mulai menunjukkan perbaikan ekonomi ditopang oleh mulai turunnya harga komoditas energi,” kata Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama di Jakarta, Rabu (25/1/2023).


Revandra mengatakan membaiknya ekonomi Eropa memberikan keuntungan bagi emerging market termasuk Indonesia. Selain itu sentimen terhadap melambatnya kenaikan suku bunga The Fed juga semakin kencang sehingga memberikan tekanan bagi dolar AS. Membaiknya kondisi ekonomi negara-negara Eropa memberikan sentimen investor untuk mulai kembali berani mengambil risiko lebih dengan berinvestasi di negara berkembang.


Selain itu, membaiknya ekonomi Eropa juga berarti meningkatnya konsumsi dari negara Eropa sehingga perdagangan luar negeri negara-negara tersebut juga kembali aktif. Negara eksportir akan mendapatkan keuntungan dari bergeliatnya kembali ekonomi negara Eropa, termasuk Indonesia.


Survei menunjukkan aktivitas bisnis zona euro secara mengejutkan kembali ke pertumbuhan moderat pada Januari, dan aktivitas sektor jasa di Jerman berkembang untuk pertama kalinya sejak Juni, meskipun tekanan harga tetap kaku.


Data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan di Eropa telah meredakan kekhawatiran pasar akan resesi tajam di zona euro karena harga energi turun, meskipun suku bunga masih diperkirakan merangkak naik.


Euro bertahan di dekat puncak sembilan bulan terhadap dolar, karena perdagangan didorong oleh prospek pertumbuhan yang lebih cerah untuk zona euro terhadap tanda-tanda resesi yang menjulang di Amerika Serikat.


Sedangkan di Amerika Serikat, prospek yang lebih suram terungkap sebagai tanda-tanda perlambatan ekonomi, sebagai akibat dari kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve tahun lalu mulai terlihat.


Rupiah pada pagi hari dibuka turun ke posisi Rp 14.925 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 14.925 per dolar AS hingga Rp 14.975 per dolar AS.


Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu turun ke posisi Rp 14.958 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.930 per dolar AS pada Selasa (24/1/2023).

sumber : Antara