Bola  

5 Pelatih Top Dunia yang Kesulitan Cari Tim Usai Dipecat Timnas Indonesia, Nomor 1 Pernah Juara Liga Champions! : Wallpaperspeed Bola

SEBANYAK 5 pelatih top dunia yang kesulitan mencari tim usai dipecat Timnas Indonesia akan diulas Okezone. Sejumlah pelatih bereputasi mentereng sempat menangani Timnas Indonesia.

Lewat tangan dinginnya, diharapkan prestasi Timnas Indonesia terdongkrak. Namun, hasil yang didapat jauh dari kata memuaskan. Alhasil, pelatih-pelatih di bawah ini dipecat PSSI.



Pemecatan itu rupanya membuat mereka kesulitan mencari pelabuhan selanjutnya. Diperkirakan, klub-klub maupun tim nasional lain enggan mengontrak mereka karena reputasi mereka sudah hancur bersama Timnas Indonesia. Lantas, siapa saja pelatih yang dimaksud?

Berikut 5 pelatih top dunia yang kesulitan cari tim usai dipecat Timnas Indonesia:

5. Luis Milla

Luis Milla

Luis Milla tak bisa dibilang sukses bersama Timnas Indonesia. Meski berstatus pelatih juara Piala Eropa U-21 2011 bersama Spanyol, Luis Milla hanya membawa Timnas Indonesia U-23 merebut medali perunggu SEA Games 2017.

Sementara di ajang Asian Games 2018, langkah Timnas Indonesia U-23 terhenti di 16 besar, meski berstatus sebagai tuan rumah. Kelar Asian Games 2018, Luis Milla tak lagi menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Sempat menganggur empat tahun, Luis Milla akhirnya kembali menjadi pelatih setelah ditunjuk menangani Persib Bandung per Agustus 2022.

4. Alfred Riedl

Alfred Riedl

Alfred Riedl tiga periode membesut Timnas Indonesia, yakni pada 2010-2011, 2013-2014 dan 2016. Prestasi terbaik Alfred Riedl membawa skuad Garuda lolos ke final Piala AFF 2010 dan 2016.

Kelar menjalani periode ketiganya, pelatih yang membawa Vietnam lolos ke Piala Asia 2007 ini kesulitan mencari klub baru. Sempat dikait-kaitkan dengan Persebaya Surabaya pada 2019, Alfred Riedl gagal mendapatkan tim anyar hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir karena kanker pada 8 September 2020.


Follow Berita Okezone di Google News

3. Wim Rijsbergen

Wim Rijsbergen

Wim Rijsbergen merupakan asisten pelatih Trinidad & Tobago di Piala Dunia 2006. Ketika aktif sebagai pemain, ia juga membantu Timnas Belanda finis runner-up di Piala Dunia 1974 dan 1978.

Namun, pengalaman di atas belum cukup bagi Wim Rijsbergen untuk mendongkrak prestasi Timnas Indonesia. Dari total tujuh laga memimpin Timnas Indonesia, skuad Garuda hanya mengemas satu menang, satu imbang dan lima kalah. Setelah dipecat PSSI pada 2011, Wim Rijsbergen sempat membesut Persibo, hingga akhirnya hilang tanpa jejak.

2. Simon McMenemy

Simon McMenemy

Simon McMenemy memang gagal total ketika membesut Timnas Indonesia. Dari tujuh pertandingan, ia hanya membawa skuad Garuda meraih dua menang dan lima kalah.

Sebelumnya, nama Simon McMenemy sempat mengentak sepakbola Asia Tenggara karena membawa Filipina, sebuah negara yang menjadikan basket sebagai olahraga nomor satu, lolos ke semifinal Piala AFF 2010.

Sejak saat itu, Simon McMenemy berkarier di sejumlah klub, hingga membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017 dan dikontrak Timnas Indonesia. Sayangnya, Simon McMenemy gagal total di Timnas Indonesia. Setelah dipecat PSSI pada 2019, Simon McMenemy baru mendapat klub empat tahun berselang dengan membesut klub Kamboja, Visakha FC.

1. Peter Withe

Peter Withe

Peter Withe membawa Thailand juara Piala AFF 2000 dan 2002 setelah mengalahkan Timnas Indonesia dalam dua laga final. Keberhasilan Peter Withe di atas menarik hati PSSI.

Federasi Sepakbola Indonesia ini pun mengontrak Peter Withe pada 2004 dengan harapan, pria yang mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 Aston Villa atas Bayern Munich di final Liga Champions 1981-1982 ini dapat mendongkrak prestasi skuad Garuda.

Namun, hasilnya jauh panggang dari api. Setelah finis runner-up di Piala AFF 2004, langkah Timnas Indonesia terhenti di fase grup Piala AFF 2007. Ini merupakan yang pertama, kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF terhenti di fase grup. Setelah itu, Peter Withe menganggur selama lima tahun hingga akhirnya menangani tim amatir Inggris, Stockport Sports, pada 2012.