Cerita Kuno Dibalik Fenrir Wallpaper

Fenrir Wallpaper
Fenrir Wallpaper source steamcommunity.com

Apa yang Anda bayangkan, ketika mendengar sebutan Tyr dan fenrir?

Cerita kuno dari Eropa Utara,

hewan mitodologi yang unik dan menyeramkan, hingga prosa Edda yang tetap populer hingga sekarang.

Semua jawaban tidak ada yang salah, sebab seperti itulah Fenrir dikenal oleh Eropa.

Fenrir Wallpaper sendiri bagian dari ide yang dikembangkan untuk membuat satu wallpaper yang menarik perhatian.

Mengapa konsep yang dibagikan selalu dark dan jahat?

Sebenarnya, tanpa harus membaca prosa Edda Anda mungkin sudah merasakan sensasi seram dari gambaran Fenrir.

Makhluk ini tidak aneh, bentukannya seperti serigala tetapi memiliki visual lebih raksasa.

 

Beberapa sumber menyebutnya sebagai serigala raksasa yang membawa bencana.

Dari sekian banyak referensi yang ada, tidak ada satupun yang menjelaskan tentang bahaya yang dibawa olehnya.

Fokus penjelasan biasanya terletak pada kesanggaran fenrir yang membuat Dewa Tyr berusaha mengikatnya.

Ditengah usaha tersebut, Tyr kehilangan satu tangannya dan fenrir berhasil diikat.

Penceritaan klasik ala Eropa Utara itu terkesan nyata, hal itu sama seperti cerita super menarik tentang naga di Pulau Jawa.

 

Bayangkan saja, Fenrir dan cerita para dewa dibukukan dalam prosa Edda sejak abad ke-13.

Kemungkinan benar atau tidak bukan menjadi urusan Anda,

tetapi cara orang dulu bercerita yang membuat kilas balik dari kehidupan ini begitu penuh rahasia.

Menariknya, keadaan semacam itu tidak hanya terjadi di Daratan Eropa, tetapi menyebar kebagian lain di jagad raya.

Tidak aneh jika kemudian, Fenrir Wallpaper masih disimbolkan sebagai gambaran bencana.

 

Apakah Anda pernah berpikir, bahwa Fenrir dan Grim sama?

Dari lukisan yang banyak dijumpai, kedua hewan itu mirip.

Tetapi dalam penceritaannya,

Grim lebih dikenal sebagai hewan fiktif yang sengaja disebut oleh JK Rowling dalam sekuel Harry Potter untuk menggambarkan suasana genting.

Sekilas, keduanya hampir sama bahwa makna kemunculan hewan tersebut dikaitkan dengan kesedihan sekaligus kematian.

 

Fenrir Wallpaper
Fenrir Wallpaper source pinterest.dk

Fenrir Wallpaper tentu akan menghadirkan kesan seperti itu,

sebab estetik hewan imajinatif tersebut hanya bisa dirasakan ketika penonton mampu merasakan apa yang ingin disampaikan.

Kembali pada penjelasan Grim yang keluar di cangkir Harry Potter, saat kelas meramal.

Sepanjang scene tidak jelaskan tentang kemunculan anjing hitam sanggar,

tetapi potret mengerikan dapat dirasakan karena anjing yang ternyata jelmaan dari Serius Black benar-benar keluar dari Azkaban.

Sebenarnya, Serius Black tidak jahat.

 

Fakta palsu dituduhkan agar Harry Potter terjebak,

tetapi pada kenyatannya penonton bakal mendapat satu ending yang cukup menyenangkan tentang kemunculan Grim tersebut.

Nah, untuk cerita Fenrir sendiri tidak seindah itu.

Fenrir lekat dengan kesan sanggar sekaligus brutal. Bahkan dibeberapa sumber dijelaskan, bahwa Fenrir bakal mati ditangan anak Loki.

Apakah semuanya benar? Tergantung pada kepercayaan masing-masing,

yang jelas Fenrir Wallpaper hanya bentuk pengembangan konsep dari para kreator untuk melukiskan hewan unik tersebut.

 

Sebenarnya Fenrir bukan satu-satunya hewan unik dan sanggar yang diterdapat dalam kumpulan prosa Edda.

Dalam prosa tersebut Anda yang menyukai tentang hal-hal seperti itu mungkin akan menikmatinya,

sebab mitodologi Eropa Utara cukup menarik dengan penceritaan imajinatif yang begitu diyakini.

Misalnya saja, perkelahan antar dewa Tyr dan Fenrir yang berakhir kemenangan dari Tyr.

Selain itu, hadirnya Loki yang nantinya diceritakan sukses membunuh Fenrir.

Meskipun cerita tersebut tidak disangkutpautkan dengan Fenrir Wallpaper,

tetapi Anda tidak bisa memungkiri bahwa pengambaran dari objek selalu fokus yang ingin disampaikan.

Contoh, penggemar anime city night mungkin tidak akan melibatkan warna dark karena pemandangan luar biasa dari anime identik warna biru menyala.

Leave a Reply

Your email address will not be published.