Vintage Aesthetic yang Diganderungi Pecinta Musik Retro

vintage aesthetic
vintage aesthetic source pexels.com

Berbicara mengenai vintage tentu akan menarik pikiran pada berbagai hal yang terkesan lama dan usang,

tetapi mempunyai makna deep tentang masa lalu.

Style yang dimunculkan tidak hanya terkait pada barang, tetapi beberapa penggemar membuatnya memiliki cakupan yang lebih luas. Mulai dari outfit, rumah, kendaraan, hingga musik.

Tampilan dari semua elemen vintage ini kerap dipandang sebagai satu konsep yang unik dan tahan lama.

Hal serupa juga terjadi pada vintage aesthetic yang diganderung oleh pecintanya.

 

Meskipun tidak semua kalangan suka dengan pembawaan musik ini, tetapi jika dilihat dari kehebohan dunia maya, sekarang kaum muda masih digelayuti akan apapun yang berbau vintage.

Kemasan musik yang sederhana, lembut, penuh satir menjadi kekuatan yang terus membuat penggemar tak pernah bosan mendengarkannya.

Identitas musik ini juga dibuat semakin kuat karena hadirnya karakteristik yang dianggap indah.

 

vintage aesthetic
vintage aesthetic source favim.com

Misalnya saja, pengunaan jarak pada judul lagu,

bakcground warna pink dengan kolaborasi warna lain, hingga hadirnya huruf Jepang yang membuatnya lebih terkesan kuno.

Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah kesan ini dirasakan dalam penampilan seseorang?

Tentu saja, mereka yang senang dengan kesan vintage secara tidak langsung, menggunakan detail klasik dalam kehidupannya.

Contoh, mobil kuno yang dikeluarkan tahun 95 menjadi target para pecinta mobil vintage.

 

Bahkan mereka rela menggeluarkan uang puluhan juta untuk mendapatkan mobil kuno tersebut.

Tidak  berhenti disini, aesthetic juga tergambar jelas dengan tampilan patung filsuf,

pengabungan kesan abstrak yang indah, sampai dengan penggunaan huruf bergaris tegas.

Semua aspek ini memang sangat menunjukan kesan vintage aesthetic yang kini banyak diperbincangkan.

Sebelum masuk pada detailnya, penyanyi yang kental dengan nuansa vintage ialah Nadin Amizah.

 

vintage aesthetic
vintage aesthetic source amazon.com

Sebenarnya, untuk lagu yang diciptakan tidak terlalu mengarah ke vintage,

tetapi outfit yang digunakan penyanyi muda ini sangat menunjukan kesan tersebut.

Dia sering menggunakan gaun panjang warna hitam atau putih bernuansa kuno dan  rambut tergerai ala kadarnya dengan warna lilac yang menyala.

Bagi Anda yang senang dengan ranah ini dijamin akan senang dengan karya-karyanya.

Nah, dibawah ini beberapa aspek kecil yang bisa Anda lihat dari aesthetic musik itu sendiri:

 

  1. Kental dengan kultur 80 hingga 90’an. Tentu saja kesan retro bakal sangat memadati semua bait lagu yang tercipta. Semua kata yang dikumpulkan menjadi kalimat mempunyai pesan padat akan kekuasaan, seakan mereka mencoba mengkritisi berbagai hal tentang kapitalisme, kosumtifme, hingga pengaruh negatif lain yang diucapkan dengan lagu.
  2. Alunan musik cenderung pelan dan smooth. Mungkin tidak semuanya, tetapi mayoritas vintage aesthetic menggunakan alunan pelan sebagai cara mereka berkomunikasi dengan pendengarnya. Jadi, Anda tak perlu heran jika efek low quality sangat terasa dalam setiap album yang dikeluarkan.
  3. Tampilnya warna pastel sebagai bentuk gambar atau covel album. Tidak hanya warna, mereka juga menunjukan patung klasik untuk memberi kesan berbeda. Tanpa memaksa Anda untuk menyukai musik vintage, mungkin bagi Anda yang kritis dengan lingkungan sekitar bakal terkecoh untuk menyukainya. Selera bermusik seperti ini biasanya mempunyai penilaian lebih, jika dibandingkan genre musik lain.
  4. Vintage aesthetic tidak hanya mencakup tentang musik, pasalnya terdapat sumber yang juga menjelaskan berbagai ranah yang bisa dianggap vintage. Satu hal yang tidak dapat dimungkiri, vintage selalu sukses membawa penggemarnya pada masa lalu yang berbeda. Seakan valeu unik itu hadir sendiri, sehingga menciptakan pesona lain yang mungkin tidak dimiliki oleh anak modern lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published.