Putin Hadapi ‘Momen Paling Berbahaya’ saat Pasukan Rusia Dipaksa Mundur dari Sejumlah Wilayah di Ukraina

Perang di Ukraina tampaknya akan memasuki sebuah tahap genting ketika pasukan Kyiv berhasil mencapai kemajuan di wilayah selatan dan timur negara itu, dan memaksa pasukan Rusia untuk mundur dari wilayah tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Ukraina berhasil menembus garis pertahanan Rusia di wilayah selatan Kherson, membebaskan beberapa desa di sepanjang sungai Dnieper. Pasukan Kyiv kini menguasai pemukiman sekitar 30 kilometer melampaui batas garis depan sebelumnya.

Reuters melapokan bahwa pasukan Ukraina sedang berusaha untuk memotong jalur pasokan untuk 25.000 pasukan Rusia yang ditempatkan di sebelah barat sungai tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia, pada Senin (3/10), mengakui bahwa “divisi tank yang lebih tangguh” yang dikerahkan oleh Ukraina di dekat Kota Zolota Balka memungkinkan pasukan Ukraina mematahkan pertahanan Rusia.

Pasukan Ukraina larut dalam semangat tinggi setelah berhasil merebut kembali teritori itu, yang sempat jatuh ke tangan Rusia pada awal invasi. Yaroslav, seorang tentara Ukraina, yang menjaga garis depan di luar Kherson mengatakan kepada AFP bahwa kini pasukan Ukraina dipenuhi dengan rasa semangat juang yang tinggi.

“Semangat mereka, semuanya berubah, dibandingkan dengan sebelumnya, jauh lebih baik. Terdapat titik cerah dari semua kekacauan ini berkat serangkaian kemenangan (yang kita raih),” katanya.

Pasukan Ukraina juga memperkuat posisi mereka di wilayah timur. Pasukan Moskow mundur dari wilayah Lyman di Donetsk Oblas pada akhir minggu lalu setelah pasukan Ukraina mengepung kota itu. Jalan-jalan dipenuhi dengan sisa-sisa tank Rusia yang terbakar dan tentara Rusia yang mati.

Militer Ukraina, pada Kamis (6/10), mengklaim pasukannya sudah maju sejauh 55 kilometer ke dalam teritori yang tadinya dikuasai Rusia, membebaskan 93 desa dan merebut area seluas lebih dari 2.400 kilometer persegi. Klaim ini belum bisa diverifikasi oleh VOA. [jm/rs]