Bola  

Jika Hasil Investigasi TGIPF Tidak Adil, PSSI Disebut Akan Hadapi Gerakan Revolusioner Suporter Indonesia : Wallpaperspeed Bola

JIKA hasil investigasi TGIPF tidak adil, PSSI disebut akan hadapi gerakan revolusioner suporter Indonesia. Hal itu disampaikan dengan serius oleh pentolan Bonek Mania, Andie Peci, menyusul investigasi yang tengah dilaksanakan oleh Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) soal Tragedi Kanjuruhan.

Andie Peci ikut serta dalam pertemuan TGIPF yang terlaksana pada Kamis 6 Oktober 2022 sore WIB di Jakarta. Suaranya dianggap mewakili elemen suporter Indonesia dalam pertemuan tersebut.



Tragedi Kanjuruhan

Pada kesempatan konferensi pers, Andie meminta agar investigasi Tragedi Kanjuruhan harus menghasilkan keputusan yang adil bagi suporter. Jika tidak, Andie bersama suporter Indonesia lainnya siap melakukan gerakan revolusi luar biasa.

Nantinya, gerakan revolusioner tersebut akan menyasar Federasi Sepakbola Indonesia yang dalam hal ini adalah PSSI. Oleh karena itu, PSSI harus bersiap-siap untuk menghadapi gerakan besar itu jika hasilnya merugikan suporter. Terlebih, sampai saat ini Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan enggan mengundurkan diri terlepas dari desakan para suporter.

“Apabila kami tidak mendapatkan hasil yang adil buat suporter, tentu kami suporter akan melakukan gerakan yang revolusioner, gerakan yang luar biasa, terutama untuk federasi sepakbola (PSSI) dan sebagainya. Saya kira itu, kami menunggu hasilnya dengan segera,” tegas Andie, dalam konferensi pers, dilansir dari YouTube Kemenko Polhukam RI, Jumat (7/10/2022).

“Sesegera mungkin diselesaikan, tidak hanya diselesaikan, tapi memang harus terang-benderang, siapa yang bertanggung jawab, hukumannya apa dan sebagainya harus segera diputuskan,” tukasnya.

 Tragedi Kanjuruhan

Tak ayal Andie meminta kasus ini untuk benar-benar diusut sampai tuntas dan menghasilkan kesimpulan yang adil. Sebab, sudah terlalu banyak korban jiwa, yaitu 125 nyawa, untuk Tragedi Kanjuruhan yang terjadi setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

“Satu orang yang tidak bersalah adalah kematian semua umat manusia. Apalagi ini ratusan, kami berharap pemerintah yang dalam hal ini diwakili TGIPF bekerja lebih serius, adil dan obyektif agar semuanya bisa kembali normal,” tandasnya.