Amalan Malam Maulid Nabi yang Perlu Dilakukan Umat Muslim, Tak Hanya Sholawat

Suara.com – Pada tahun ini, Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati pada tanggal 8 Oktober 2022. Apa saja amalan malam Maulid Nabi yang dapat dikerjakan?

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tentunya sangat dinanti-nantikan oleh umat muslim. Pasalnya, pada saat itulah Nabi Muhammad SAW yang merupakan manusia yang mendapatkan gelar Al-Amin dilahirkan ke dunia. Puncaknya peringatannya adalah pada malam tanggal 7 Oktober 2022 nanti.

Ada banyak sekali amalan yang bisa dilakukan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satu amalan yang biasanya dilakukan ketika Maulid Nabi Muhammad SAW datang adalah banyak bersholawat.

Amalan Malam Maulid Nabi

Baca Juga:
Larangan untuk Bergembira dengan Maulid Nabi, Buya Yahya: Hati-hati Ada Ahli Fitnah

Membaca sholawat Nabi atau memanjatkan puji-pujian kepada Rasulullah SAW sudah tertuang ke dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah SWT akan bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, serta menghapus sepuluh kejelekannya”, (HR Ahmad). 

Selain itu, masih banyak amalan malam Maulid Nabi Muhammad SAW yang bisa dilakukan oleh umat muslim. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Bersedekah
  2. Puasa sunnah
  3. Meneladani sikap dan sifat Rasulullah SAW
  4. Membaca Al-Quran
  5. Berdzikir

Amalan yang bisa dilakukan ketika malam Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya seperti yang tersebut di atas saja, melainkan ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan untuk menambah pahala dan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.

Berikut ini adalah beberapa sholawat yang bisa dilantunkan ketika Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:
Ingin Download Sholawat Nabi MP3? Begini Cara Unduh dan Putar saat Maulid Nabi 2022

Sholawat al-Fatih

Arab latin: “Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadinil Fatihi lima ughliqa, wal khatimi lima sabaqa, wan nashiril haqqa bil haqqi, wal hadi ila shiratin mustaqim (ada yang baca ‘shiratikal mustaqim’). Shallallahu ‘alayhi, wa ‘ala lihi, wa ashhabihi haqqa qadrihi wa miqdarihil ‘azhim”.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung”.

Sholawat Nariyah atau al Tafrijiyah

Arab latin: “Allahumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaaman. Taaman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhalu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhoo bihil hawaaiju wa tunaalu bihir roghooibu. Wa husnul khowatiimi wa yustasqol ghomaamu biwajhihil kariimi wa ‘ala aalihi washohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi’adadi kulli ma’lu mi laka”.

Artinya: “Ya Allah, limpahkan sholawat yang sempurna dan curahkan salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, yang dengan sebab Nabi Muhammad SAW semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau”.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama