Myanmar Tuduh Pemberontak Tembak Pesawat Penumpang 

Pemerintah militer Myanmar menuduh pasukan pemberontak di negara bagian Kayah di wilayah timur, menembaki pesawat penumpang yang hendak mendarat Jumat (30/9). Seorang penumpang terkena peluru yang menembus badan pesawat. Kelompok pemberontak membantah tuduhan itu.

Menurut televisi pemerintah MRTV, pesawat Myanmar National Airlines, yang membawa 63 penumpang, ditembak ketika akan mendarat di Loikaw, ibu kota negara bagian Kayah, juga dikenal sebagai Karenni.

Dikatakan, Mayjen Zaw Min Tun, wakil dari dewan militer yang berkuasa di Myanmar, mengatakan penembakan dilakukan oleh “teroris” yang tergabung dalam Partai Progresif Nasional Karenni, milisi etnis minoritas yang memerangi pemerintah, dan sekutu mereka di Partai Pasukan Pertahanan Rakyat, kelompok bersenjata pro-demokrasi.

MRTV melaporkan peluru masuk ke bagian bawah badan pesawat saat terbang di ketinggian 3.500 kaki sekitar 6,5 km utara bandara. Dikatakan, penumpang yang terluka dibawa ke rumah sakit.

Kantor berita negara itu merilis foto-foto yang dikatakan adalah lubang peluru dan penumpang sedang dirawat.

Kantor Myanmar National Airlines di Loikaw mengumumkan bahwa semua penerbangan ke kota itu dibatalkan tanpa batas waktu.

Negara bagian Kayah dilanda konflik intens antara militer dan kelompok perlawanan lokal sejak tentara merebut kekuasaan tahun lalu, menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis. [ka/pp]