Tekno  

Literasi Digital dari Berjenjang Bisa Bantu Antisipasi Ancaman Siber

Suara.com – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) DKI Jakarta menilai, literasi digital berjenjang mulai dari penyelenggara negara hingga publik dapat mengatasi ancaman keamanan dan serangan siber.

“Untuk publik yang paling penting adalah literasi digital berjenjang secara bertahap dan komprehensif,” kata Ketua Pengurus Wilayah APJII DKI Jakarta Tedi Supardi Muslih, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Penegasan tersebut menanggapi isu rentannya keamanan siber, seperti bocornya data penting milik publik karena ulah para peretas di dunia maya.

Selain itu, katanya, saat ini secara suprastruktur sudah ada Undang Undang Perlindungan Data Pribadi (PDB) dan sedang menunggu juga UU Ketahanan dan Keamanan Siber.

Baca Juga:
Riset: Sektor Energi Indonesia Akan Jadi Sasaran Serangan Siber

“Kita berharap implementasinya bisa maksimal karena secara detail teknis ada di kementerian atau badan yang menjalankan, tentu dengan anggaran yang sesuai,” kata Tedi.

Oleh karena itu, lanjut, pihaknya bersiap membantu para pihak demi terciptanya ekosistem digital yang mengedepankan adaptasi dengan perkembangan teknologi siber.

Salah satunya, tambahnya, pihaknya mengikuti dan mengapresiasi Bali Annual Telkom International Conference (BATIC.Events) pada 20-23 September lalu di Nusa Dua, Bali.

“Ini kegiatan yang sangat penting bagi anggota APJII karena melibatkan 600 partisipan dari 200 perusahaan dari berbagai negara,” katanya.

Tedi mengakui, pihaknya mendapatkan jejaring baru di pergaulan bisnis telekomunikasi secara lebih global lagi, sehingga setiap teknologi siber, bisa mendapatkan perkembangan terkini secara cepat. [Antara]

Baca Juga:
APJII Desak Pemerintah Bikin Regulasi Pelindungan Data Pribadi