Massa GNPR Geruduk Istana Habis Jumatan, Kawasan Medan Merdeka Barat Ditutup Kawat Berduri dan Barrier Beton

Suara.com – Massa aksi dari Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) akan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Istana Negara,Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2022) siang nanti. Unjuk rasa ini berkaitan dengan melonjaknya harga BBM.

Buya Husein selaku Korlap Aksi menyampaikan, kurang lebih ada 1.000 peserta aksi. Kata dia, massa berasal dari kawasan Jabodetabek.

“Untuk massa kurang lebih 1.000 orang. Iya massa utama dari Jabodetabek. Mungkin ada dari luar itu, mungkin seperti dari Banten dan lainnya,” kata Buya Husein kepada wartawan.

Adapun titik kumpul massa aksi berada di kawasan Patung Kuda. Pantauan pukul 12.00 WIB, arus lalu lintas di lokasi masih terpantau normal.

Baca Juga:
Massa Habib Rizieq Bakal Demo Lagi Tolak Kenaikan Harga BBM, Polisi Klaim Belum Terima Pemberitahuan

Sementara itu, polisi telah menutup akses menuju Jalan Medan Merdeka Barat.

Tepat di bawah JPO, jalan ditutup menggunakan kawat berduri dan bafrier beton.

Massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar demo tolak kenaikan harga BBM di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]
Massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar demo tolak kenaikan harga BBM di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

Tuntutan Aksi

Berdasarkan poster undangan yang diterima Suara.com, aksi unjuk rasa itu akan berlangsung pada pukul 13.00WIB tepatnya bakda salat Jumat. Ada sejumlah tuntutan yang diserukan massa GNPR, yakni turunkan harga BBM hingga tegakkan supremasi hukum.

Dalam poster itu, massa aksi diimbau untuk tidak membawa anak kecil. Selain itu, massa juga diminta menyiapkan mantel dan payung.

Baca Juga:
Ingatkan Emak-emak yang Ikut Demo Bawa Perabot Dapur, PA 212 Bersiap Geruduk Istana Lagi Jumat Pekan Ini

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin mengatakan, sebanyak 3.800 personel diterjunkan untuk melakukan giat pengamanan. Jumlah itu adalah gabungan dari aparat TNI dan Polri.