Tekno  

Pelaku Seni Tarik Minat Lintas Generasi, Manfaatkan Ruang Digital

Suara.com – Memasuki era virtual saat ini pelaku seni diharapkan mampu beradaptasi mengikuti situasi dan kondisi.

Dulu pertunjukkan seni hanya dilakukan di daerah dan hanya dinikmati warga lokal saja.

Menampilkan pertunjukan seni di ruang digital, tentunya akan menjadi perubahan besar, karena bisa dinikmati oleh seluruh pengguna media digital dimanapun mereka berada.

Andi Muslim Ketua SubKomisi media baru Lembaga Sensor Film RI mengatakan, pelaku kesenian harus siap dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga:
Partisipasi di Tokyo Game Show 2022 Perkuat Profil Industri Digital Indonesia

“Kesenian kita telah ada sejak berabad lalu, jangan kita terjebak dengan romantisme masa lalu. Kita harus berani menampilkan kebudayaan dan kesenian kita dengan mengikuti perkembangan zaman, tampilkan kesenian dan budaya tradisional kita dengan cara modern,” ungkapnya.

Selanjutnya, Andi menghimbau pelaku seni untuk mengembangkan kesenian mengikuti perkembangan teknologi.

Ilustrasi media sosial. (Pexels/Magnus Mueller)
Ilustrasi media sosial. (Pexels/Magnus Mueller)

“Jangan sampai generasi sekarang gegar budaya, tampilkan kesenian sesuai dengan perkembangan zaman agar disukai oleh lintas generasi, manfaatkan ruang digital seperti media sosial”, kata dia.

Sementara itu, Rini Darmastuti ketua pusat studi komunikasi, budaya dan literasi digital mengatakan, pertunjukkan seni di era digital menciptakan tantangan dan peluang.

“Tantangan dunia seni kita, apalagi yang tradisional kita adalah pengaruh budaya luar. Masyarakat kita khususnya generasi milenial lebih menyukai seni budaya asing”, ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (21/9/2022).

Baca Juga:
PT Inti Genjot Produksi Set Top Box Sambut Era TV Digital

Menurut dia, di balik generasi muda yang menyukai budaya asing, lebih banyak lagi sebenarnya yang menyukai budaya tradisional kita.