Tekno  

Telkom Siapkan Jaringan Internet Berlapis di KTT G20

Suara.com – Telkom Indonesia menyiapkan jaringan internet berlapis demi mengantisipasi adanya gangguan sambungan internet saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, pada 15–16 November 2022.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Nusa Dua, Selasa (20/9/2022) menyampaikan setidaknya ada empat jalur akses Internet dari Bali ke luar sehingga jika ada gangguan ada beberapa alternatif yang masih dapat digunakan oleh para peserta KTT G20.

Dalam kesempatan yang sama, Ririek menyampaikan pihaknya juga menyiapkan sambungan WiFi berkecepatan tinggi dan jaringan 5G terutama di tempat-tempat yang menjadi lokasi acara utama KTT G20 dan acara sampingan (side event) G20.

“Untuk KTT G20, di berbagai venue yang memang dipakai, ada ribuan WiFi yang kami deploy (pasang). Itu sesuai dengan permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika,” kata Ririek menjawab pertanyaan ANTARA.

Baca Juga:
Polri Persiapkan Mobil Listrik Sebagai Kendaraan Dinas di KTT G20 dan IKN

Sejauh ini, ia menambahkan persiapan dari Telkom untuk KTT G20 hampir 100 persen. Direktur Utama Telkom itu optimis seluruh persiapan bakal rampung sebelum acara berlangsung.

“Persiapannya ini sudah mendekati 100 persen. Ini juga ada event BATIC (Bali Annual Telkom International Conference), dan bulan depan ada side event G20 (yang leading sector-nya) Kementerian BUMN sekitar Oktober. Kami sudah simulasikan berbagai hal,” kata Ririek.

Tidak hanya menggelar simulasi, Telkom juga akan menyiagakan petugas dan mendirikan posko di sekitar lokasi acara KTT G20 demi mempercepat koordinasi jika nantinya ada gangguan jaringan telekomunikasi termasuk gangguan Internet.

“Ada posko juga yang mengawal (KTT G20) ini, dan secara berjenjang dari (petugas di lapangan) on field sampai yang (siaga di) kantor pusat,” kata Dirut Telkom.

Ia juga menyampaikan pihaknya telah menyiapkan agar sambungan Internet yang tersedia nanti dapat memenuhi kebutuhan di atas pemakaian normal.

Baca Juga:
Incar Bisnis Data Center di Luar Negeri, Telkom Akan Kolaborasi dengan Singtel

“Kami belum tahu persisnya, tetapi kapasitasnya beberapa kali lipat dibandingkan dengan (pemakaian) normal. Kami prediksi cukup tinggi peningkatannya, karena pesertanya banyak, dan target dari pemerintah experience (pengalaman pengguna) harus jauh lebih bagus dari sebelum-sebelumnya,” kata Ririek.