6 Fakta di Balik Sejarah Bendera Merah Putih, Sempat Dipisah Jadi Dua Bagian

Suara.com – Fakta di balik sejarah bendera Merah Putih menyimpan banyak cerita. Sang Saka Merah Putih merupakan salah satu lambang negara Indonesia yang harus dihormati. Berdasarkan sejarah, bendera merah putih sudah berkibar sejak ratusan tahun lalu di Tanah Air. 

Bendera Merah Putih punya sejarah panjang dalam perjalanannya menjadi lambang negara Indonesia. Yuk simak penjelasan di balik sejarah bendera merah putih berikut ini.

1. Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan di Indonesia

Warna merah dan putih sudah digunakan sejak Indonesia memiliki banyak kerajaan. Awalnya kerajaan Kediri yang menggunakan warna merah putih sebagai warna kerajaan.

Baca Juga:
Peringati HUT RI Ke-77, Megawati Ingatkan Kembali Pernyataan Sang Proklamator: Kemerdekaan Adalah Jembatan Emas

Kemudian di abad ke-13, kerajaan Majapahit menggunakan bendera warna merah putih sebagai lambang kebesarannya. Ketika itu ada sembilan garis merah putih yang tersusun secara horizontal.

2. Ada Kaitan dengan Makanan Pokok dan Kelahiran Anak

Pulau Jawa merupakan sentral wilayah Hindia-Belanda sebelum kemerdekaan Indonesia. Kabarnya warna merah melambangkan gula jawa sedangkan warna putih melambangkan nasi yang merupakan bahan utama dalam banyak masakan.

Bukan hanya itu, masyarakat Jawa juga mempercayai bahwa kehamilan adalah bersatunya unsur merah dan putih. Dalam kepercayaan itu, unsur merah melambangkan darah dalam tubuh bayi lahir dan unsur putih melambangkan benih ayah yang ditanam dalam gua garba.

3. Sempat Dipisahkan Jadi Dua Bagian

Baca Juga:
Mengenal Sejarah dan Makna Bendera Merah Putih, Simbol Negara Indonesia

Ketika Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada 19 Desember 1948, bendera merah putih diselamatkan oleh Soekarno dan dipercayakan pada ajudannya, Husein Mutahar. Agar tak disita oleh Belanda, Husein melepas jahitan bendera sehingga bagian merah dan putih terpisah. 

Husein kemudian membawanya dalam dua tas terpisah. Hingga kemudian bagian tersebut disatukan kembali oleh Soekarno ketika diasingkan di Bangka pada Juni 1949.

4. Lambang Semangat untuk Lepas dari Penjajahan

Bendera merah putih pertama kalik digunakan sebagai bentuk protes melawan Belanda dengan mengibarkannya di tanah Jawa pada 1928. Sang saka merah putih ini melambangkan semangat Indonesia untuk lepas dari penjajahan Belanda.

Arti warna merah adalah keberanian melawan penjajah, sedangkan putih adalah niat suci para pahlawan dan rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

5. Dijahit oleh Ibu Fatmawati 

Istri Soekarno, Ibu Fatmawati merupakan orang pertama yang menjahit bendera merah putih. Sang saka merah putih itu pertama kali dijahit di kain berbahan katun Jepang berukuran 276 x 200 cm pada tahun 1944.

Sementara itu, Sang Saka Merah Putih pertama kali dikibarkan ketika Soekarno mengikrarkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta pada 17 Agustus 1945. 

6. Wajib Dikibarkan Setiap HUT Kemerdekaan Indonesia

Sang Saka Merah Putih terakhir berkibar pada 1968 karena sobek dan digantikan dengan bendera duplikat yang terbuat dari sutera. Pada 1969, Sang Saka Merah Putih disimpan di Istana Merdeka.

Sebagai tanda peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus, bendera merah putih wajib dikibarkan WNI di rumah, gedung atau kantor.

Kontributor : Trias Rohmadoni