Anime  

[Waifu Wednesday] Menou

Kalau ada utang, lebih baik dilunasi secepatnya. Waifu Wednesday satu ini adalah utang saya yang seharusnya tayang beberapa minggu lalu. Namun karena sedikit masalah hardware dan waktu, akhirnya baru bisa naik hari ini. Anyway, tak perlu lama-lama, kita langsung membahas waifu yang cukup melambung namanya ini di musim lalu dari seri Shoukei Shoujo no Virgin Road, Menou!

Menou adalah seorang pendeta yang berperan sebagai eksekutor dari fraksi Faust yang bertugas untuk mengeksekusi Lost Ones atau manusia dari dunia lain. Ia digambarkan sebagai perempuan berbadan langsing dengan rambut pirang kemerahan. Rambutnya panjang dan biasa diikat dan membentuk gaya ponytail. Jubah yang ia kenakan berwarna biru dengan garis kuning pada bagian tepian, ditambah selendang dan bolero berwarna kuning. Taksiran tinggi Menou ini kira-kira di angka 170 cm dengan lingkar dada di bawah 90 jika melihat analisis buatan Momo.

Identitas lain seperti tanggal lahir dan umurnya tidak dijelaskan hingga kini. Menou miliki beberapa panggilan dari teman dan rekannya seperti Menou-chan (dari Akari), Darling (dari Momo), Flarette (dari pendeta lainnya), dan masih banyak lagi. Iori Saeki dari agensi Swallow menjadi pengisi suara dari Menou untuk kedua versi remaja dan anak-anak.

Lalu bagaimana perempuan satu ini cocok untuk dijadikan waifu kalian? Ini beberapa poin menariknya.

+ Skillful Tomboyish Girl

Menou sudah dididik keras oleh Flare dan pengajar lain sejak masih muda. Apa yang kini terbentuk dalam kepala dan tubuhnya adalah berkat dari mereka yang memiliki tujuan terhadap eksistensinya, tanpa menyingkirkan baik buruknya.

Jika mengikuti adaptasi anime-nya, terhitung ada enam kemampuan yang ia tunjukan kala melawan musuh atau hanya sekadar mencari informasi. Kemampuan ini meliputi manipulasi isi otak lawan bicara, pengucapan mantra dari grimoire, pengendalian ether, hingga bela diri tanpa sihir.

Namun Menou bukanlah yang terkuat daripada karakter lainnya. Ia masih medioker jika disejajarkan dengan Flare, Orwell, Akari (sisi kedua), Ashuna, Sicilia dan Pandæmonium.

Jalannya cerita dari seri novel ini juga mengungkap adanya perkembangan Menou dari pertemuannya (kembali) dengan Akari, hingga harus berhadapan Flare di kemudian hari.

+ Quick Thinking

Menou

Sebagai seorang eksekutor, kemampuan gerak cepat adalah salah satu kewajiban dalam menjalankan setiap perintah. Namun gerak cepat tak cukup bagi seorang Menou dalam menuntaskan tugasnya, atau untuk bertahan hidup kala ada ancaman.

Menou memiliki kecepatan dalam mengambil keputusan dalam kondisi terjepit atau tertekan dengan pertimbangan yang menyeluruh. Hal ini didukung dari pengalamannya kala diajari Flare dan tingginya jam terbang lapangan.

Ia juga tak mudah kehilangan fokus dalam menjalankan tugasnya, kecuali ada pushover semacam Akari. Tak hanya itu, ia juga memperhatikan rekan dalam misinya seperti Momo yang selalu menjadi mata di belakang kepala Menou.

+/- Great Actress

Salah satu kemampuannya yang sering digunakan justru adalah kemampuan aktingnya kala mendekati para Lost Ones sebelum mengeksekusinya. Permainan peran ini juga dirasa bermanfaat jika kita menjadi rekan misinya daripada musuhnya. Namun dalam kondisi pertemanan, hal ini bisa berdampak negatif jika kita tak menyadari ini.

Namun permainan peran ini agak menyusahkan untuk dilakukan kala Menou berhadapan dengan Akari (versi polos) yang dikenal airhead. Namun berkat Akari ini juga, kita bisa melihat sosok asli Menou yang sebenarnya. Sosok yang berperan layaknya hero namun dalam posisi berbeda dari hero biasanya, ia cukup baik kepada semua orang yang menganggapnya sebagai manusia biasa, bukan sebuah alat.

– The Author

Jika kalian mengharapkan bahwa di seri ini bakal ada hubungan romantis antara dua lawan jenis, mungkin kalian harus menghapus harapan itu secepat mungkin. Mato Satou sendiri sudah pernah membahas ini di afterword salah satu volume novel ini bahwa ia sendiri ingin menulis cerita yang dibangun dari pertemanan antar perempuan daripada antar lawan jenis. Jikalau muncul karakter dari lawan jenis, kapasitasnya hanya akan sebagai teman saja. Ini juga masih belum absolut jika melihat bagaimana editor GA Bunko yang punya pengaruh besar terhadap masih berjalannya seri ini.

? Emang pendeta bisa menjalin hubungan?

Menou

Perlu ditekankan bahwa Menou ini pendeta dari agamanya sendiri, bukan berdasarkan dari dunia nyata. Meskipun referensi di dalam cerita menjurus ke beberapa unsur yang mirip dengan agama dunia nyata sih. Mengenai apakah Menou bisa menjalin hubungan, ini masih dipertanyakan. Aturan dalam agama yang Menou anut sendiri belum dijelaskan secara lengkap dalam novelnya. Sehingga ini dapat menggambarkan bahwa peluang untuk terjalinnya suatu hubungan bukanlah urusan yang penting-penting amat, melihat betapa chaos-nya situasi di dunia tersebut.

Namun jikalau Mato Sato akhirnya memberi detail soal ini dan berujung pada hasil positif (bahwa boleh menjalin hubungan), pembaca bisa berandai-andai siapa karakter yang cocok untuk mendampinginya. Norma di dalam dunia tersebut juga akan menjadi penentu jalur mana yang Menou dapat ikuti. Kongregasi sebagai pendeta ini juga harus jelas terlebih dahulu, agar fantasi liar ini bisa makin berkembang ke sebuah ide. Entah kalian nyebut ini fantasi, ilham, ide, atau lainnya.

♥ Iori Saeki

Menou

Source: https://www.instagram.com/p/CfP5CxtPvLQ/

Jam terbangnya sejak debut di tahun 2018 memang belum terlalu tinggi, namun ia sudah bermain reguler di tiap anime musiman sejak saat itu. Mulai dari peran minor di Revue Starlight, hingga kini bermain di Tokyo Mew Mew (2022). Satu hal yang mungkin kalian tak ketahui, Saeki sebenarnya sudah aktif sebagai penyanyi dengan nama panggung NU-KO sejak tahun 2012 dalam kapasitas indie.

Seiyuu yang juga memiliki sertifikasi apoteker profesional ini memerankan karakter yang jauh berbeda dari beberapa perannya sebelum Menou. Satu-satunya karakter yang pernah ia perankan sebelumnya dan mirip dengan Menou adalah Ayamine Kei dari seri Muv-Luv Alternative. Sisanya mayoritas tipe periang yang justru annoying hahaha.

Oke begitulah pembayaran utang ini. Semoga saya bisa mencari waktu lagi untuk menulis karangan bebas dari kepala saya. Selain karena BlueHeaven sudah nyomot Chisato, maka saya putuskan untuk nyomot Mizuki aja. Takina mungkin diambil oleh penulis lain atau BlueHeaven juga.

Sampai jumpa minggu depan!