Tekno  

Bakteri Terbesar Ditemukan, Seukuran Bulu Mata Manusia

Suara.com – Para ilmuwan menemukan bakteri terbesar di dunia. Ditemukan di rawa bakau Karibia, bakteri yang disebut Thiomagarita magnifica berukuran sebesar bulu mata manusia.

Umumnya, sebagian besar bakteri berukuran mikroskopis. Tetapi Thiomagarita magnifica dapat dilihat dengan mata telanjang.

Organisme ini sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia, tetapi para ilmuwan dibuat kagum dengan ukurannya.

Ilustrasi bulu mata extension [shutterstock]
Ilustrasi bulu mata [shutterstock]

“Bakteri ini sekitar 5.000 kali lebih besar dari kebanyakan bakteri pada umumnya,” kata Jean-Marie Volland dari Joint Genome Institute di Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley, seperti dikutip dari  The Independent, media Inggris, pada Jumat (24/6/2022).

Baca Juga:
Uji Misi Artemis I Sukses, NASA Siapkan Peluncuran Roket ke Bulan

Dengan panjang satu sentimeter, bakteri tersebut ditemukan hidup di daun pohon bakau yang membusuk di Karibia.

Spesies ini termasuk dalam genus Thiomagarita dan penemuanya menimbulkan pertanyaan baru tentang morfotipe bakteri yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

Thiomagarita magnifica pertama kali ditemukan pada 2009 selama ekspedisi ke rawa bakau Guadeloupe. Setelah penelitian beberapa tahun dengan menggunakan teknik pengurutan gen, para ilmuwan akhirnya mengidentifikasi dan mengklasifikasikan prokariota.

Awalnya, organisme tersebut diduga sebagai eukariota karena terlalu besar untuk ukuran bakteri. Pemindaian mengungkapkan bahwa organisme itu adalah sel tunggal, alih-alih filamen multiseluler.

Selain itu, para ahli menetapkan bahwa Thiomagarita magnifica adalah bakteri kemosintetik. Artinya, itu membuat bahan bakarnya sendiri, berupa gula dengan mengoksidasi senyawa belerang yang dihasilkan oleh bahan organik yang membusuk yang dapat ditemukan di rawa bakau.

Baca Juga:
Pertama Kalinya, Mikroplastik Ditemukan di Salju Antartika

Bakteri ini membutuhkan sesuatu yang kokoh untuk tumbuh. Tim menemukannya pada cangkang tiram, daun, cabang pohon, hingga botol kaca.