1 dari 5 Orang Terpikir Akhiri Hidup

loading…

Dalam kasus yang ditemukan, terdapat kelompok yang berbeda-beda, dan memiliki penatalaksanaan yang berbeda pula. / Foto: ilustrasi/medpagetoday

JAKARTA – Kondisi pandemi Covid-19 diketahui semakin memperparah kondisi mental seseorang. Sebagian orang mengalami masalah gangguan mental neurologis.

“Kondisi pandemi (Covid-19) memperparah ataupun semakin memengaruhi kesehatan jiwa ,” tegas Direktur Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan, drg. Vensya Sitohang, yang dikutip dari laman resmi Kemenkes, Sabtu (14/5/2022).

Dalam kasus yang ditemukan, terdapat kelompok yang berbeda-beda, dan memiliki penatalaksanaan yang berbeda pula.

Baca juga: Aurel Hermansyah Dapat Sandal Baru, Atta Halilintar: Dikasih Siapa?

Kelompok pertama adalah mereka sebenarnya normal sebelumnya, atau tidak ada masalah kesehatan jiwa, kemudian memiliki masalah sampai mengalami gangguan jiwa.

Kelompok kedua, yakni mereka yang memang sejak awal sudah mengalami masalah kesehatan jiwa. Sebagai contoh, mereka yang sudah tinggal dengan kekerasan di dalam rumah tangga. Dekat dengan pelakunya terus-menerus di rumah, maka masalah gangguan jiwa menjadi lebih besar.

Selanjutnya, kelompok ketiga, mereka yang sebelumnya sudah memiliki masalah kesehatan fisik dan mengalami kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan. Sehingga sangat wajar, kalau merasa cemas kemudian kankernya tambah berat, hipertensi, jantung, dan sebagainya menjadi berat.

Sementara, kelompok terakhir adalah mereka yang di gelombang kedua Covid-19 bermasalah dengan oksigen langka, sementara asupan oksigen ke otak itu kurang. Ini bisa saja pada akhirnya menyebabkan gangguan jiwa yang menetap.

“Masalah bunuh diri sebagai contoh, di 5 bulan awal pandemi Covid-19 datang, survei mengatakan bahwa 1 dari 5 orang di Indonesia usia 15-29 tahun terpikir untuk mengakhiri hidup,” jelas dr. Hevita.

Baca juga: 6 Aktor Korea Ganteng yang Masih Jomblo di Usia 40 Tahun, Nomor 3 Paling Hot

“Selanjutnya 1 tahun pasca pandemi oleh survei yang berbeda didapatkan data 2 dari 5 orang memikirkan untuk bunuh diri. Dan sekarang di tahun awal 2022 itu sekitar 1 dari 2 orang yang memikirkan untuk mengakhiri hidup,” sambungnya.

(nug)