Berbagai Fakta Unik Tentang Antique Wedding Rings

antique wedding rings
antique wedding rings image source amazon.com

Berbicara tentang pernikahan pasti tidak akan lupa terkait cincin kawin. Iya.

Cincin merupakan salah satu komponen pernikahan yang wajib ada pada prosesi pernikahan.

Karena dalam pandangan umum mengatakan bahwa cincin adalah sebuah bukti keseriusan seorang laki-laki untuk melamar gadis pujaan hatinya.

 

antique wedding rings
antique wedding rings image source thespruce.com

Maka tak heran banyak calon pengantin laki-laki yang berlomba memberikan antique wedding rings sebagai bukti sekaligus mahar pernikahan.

Tapi ada pula yang mengatakan cincin bukanlah hal yang wajib ada pada pernikahan. Karena mahar tidak harus berupa cincin atau perhiasan.

 

Terlepas pro dan kontra tentang penting pentingnya antique wedding rings,

ternyata cincin pernikahan menyimpan berbagai fakta yang unik.

Apa saja faktanya?

Berikut informasi selengkapnya :

  1. Cincin Nikah Harus disematkan di Jari Tertentu

Kalau budaya di Indonesia, cincin nikah harus disematkan pada jari manis sebelah kiri. Mereka beranggapan bahwa pada jari manis tangan sebelah kiri ada syaraf yang bisa menghubungkan keduanya hingga mati.

Jadi diharapkan dengan menyematkan cincin nikah pada jari manis tangan kiri kedua mempelai pengantin akan langgeng hingga maut memisahkan.

Berbeda lagi dengan kebudayaan Jerman, India dan Norwegia.

Cincin nikah justru harus disematan pada jari manis sebelah kanan. Tapi meski budaya berkata demikian, ada banyak pula yang memasang cincin nikah di sembarang jari. Tidak masalah. Semua kembali pada kepercayaan masing-masing.

 

  1. Fungsi Awal Cincin Pernikahan Tidak Sekadar Pengikat Pasangan

Tidak banyak yang tahu bahwa antique wedding rings atau cincin pernikahan awalnya digunakan sebagai simbol status calon mempelai pria.

Mereka yang memberikan cincin pada istrinya adalah laki-laki dengan status sosial yang tinggi.

Namun seiring berkembangan zaman, ketika perekonomian semakin meningkat, cincin justru digunakan sebagai tali pengikat hubungan antar laki-laki dan perempuan dalam sebuah ikatan pernikahan.

Bahkan tidak hanya pernikahan saja. Prosesi pertunangan juga menggunakan cincin sebagai pengikat hubungan mereka.

  1. Cincin Sebagai Pengikat Pasangan

Tahukah kamu? Bahwa cincin digunakan pada acara pertunangan sejak perang dunia kedua. Para tentara yang telah bertunangan diwajibkan mengenakan cincin sebagai penanda bahwa dia akan menikah. Ini akan mempermudah dia ketika harus pergi bertugas di medan perang. Ada sebentuk prioritas tugas tersendiri pada laki-laki yang akan menikah dibandingkan dengan yang lainnya.

  1. Cincin Tak harus Selalu Disematkan di Jari Tangan

Mungkin yang selama ini kamu tahu bahwa antique wedding rings atau cincin lainnya selalu disematkan pada jari tangan. Namun berbeda dengan ajaran budaya pernikahan Hindu.

Pada pernikahan Hindu di India, cincin nikah bukan disematkan pada jari tangan. Tapi disematkan pada jari kaki. Duh, kok jadi kebalim gitu ya?

Tapi meskipun demikian, tidak pernah ada yang mempermasalahkan.

Karena sekali lagi cincin adalah cincin. Tidak harus disematkan di jari tangan.

Selama bisa masuk, cincin juga bisa disematkan pada jari kaki. Seperti budaya agama hindu di India.

  1. Tradisi Bertukar Cincin di Pernikahan Perak

Ternyata acara tukar antique wedding rings atau cincin pernikahan tidak hanya dilakukan pada saat awal pernikahan saja. Pada usia pernikahan ke-25, banyak pasangan yang saling bertukar cincin. Tapi bukan cincin emas. Melainkan cincin perak. Sebagai wujud rasa syukur karena pernikahan mereka masih langgeng di usia 25 tahun.

 

Lalau bagaimana jika tidak melakukannya?

Tidak masalah. Karena itu hanya budaya saja.

Bahkan jika cincinnya tidak harus dari perak juga tidak mengapa.

Misalkan saja terbuat dari emas. Semua kembali kepada masing-masing pasangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.