5 Cara Hemat Baterai Mobil Listrik Ala Volkswagen Electric Car

volkswagen electric car
volkswagen electric car image source carmagazine.co.uk

 

Salah satu komponen yang perlu di perhatikan dalam volkswagen electric car adalah bagian baterainya.

Sama halnya seperti smartphone, jika memiliki baterai yang awet, maka akan awet pula kualitas smartphone tersebut. Sebenarnya produsen mobil listrik sudah melengkapi garansi baterai cukup lama.

Bahkan ada yang hingga 8 tahun.

Namun garansi ini tidak mencakup semua kerusakan baterai. Kerusakan-kerusakan yang diakibatkan kelalaian pengguna jelas tidak akan mendapat penggantian dari produsen.

Penggunaan baterai yang salah akan cepat menguras isi baterai. Oleh sebab itu, usahakan untuk menjaga baterai mobil dengan langkah yang cerdas. Volkswagen electric car sebagai salah satu brand mobil listrik memberikan beberapa tips bagaimana cara agar baterai mobi listrik bisa bertahan lebih lama.

  1. Rutin Melakukan Perawatan

Tidak hanya mobil konvensional saja yang harus rajin melakukan perawatan. Mobil listrik juga harus dilakukan perawatan secara berkala. Salah satu yang menjadi perhatian adalah masalah baterai. volkswagen electric car menyarankan untuk mengisi baterai ketika daya berada di bawah 20 persen. Ini adalah waktu paling ideal untuk mengisi baterai. Jika dilakukan di atas 20 persen, maka kemungkinan cepat rusak masih tetap bisa.

  1. Perhatikan Waktu Ideal Pengisian Baterai

Kalau ditanya kapan waktu yang paling tepat untuk mengisi baterai? Jawabannya adalah setiap hari. Terlepas apakah mobil dipakai atau tidak. Kalau tidak memungkinkankan, pengisian bisa dilakukan setiap dua hari sekali atau setiap tiga hari sekali. Agar baterai lebih awet, sebaiknya jangan lakukan akselerasi lebih lama dengan kondisi lebih berat. Berkendaralah secara normal seperti biasa.

  1. Parkir Mobil di Tempat yang Teduh

Usahakan jangan asal memarkir mobil. Parkirlah mobil listrik di tempat parkir resmi dan di tempat yang teduh. Karena degradasi baterai akan terjadi lebih tinggi ketika mobil parkir di bawah paparan terik sinar matahari. Ini mungkin agak sedikit merepotkan ketika berada di kota besar. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba jika anda ingin baterai mobil volkswagen electric car dan mobil listrik lainnya lebih awet dari biasanya.

  1. Menurunkan Batas Pengisian Maksimum

Perlu diketahui ketika notifikasi pengisian baterai menunjukkan 100 persen, itu berarti baterai hanya terisi 80 persen saja. Karena jika diisi hingga 100 persen secara nyata akan mengakibatkan baterai terdegradasi lebih cepat. Sebaiknya ketika notifikasi pengisian sudah 80 persen segera cabut charger. Kecuali jika pengisian hingga 100 persen anda lakukan secara konsisten.

  1. Tetap Chas Meski Tidak digunakan

Ada waktu-waktu tertentu anda tidak menggunakan volkswagen electric car dalam jangka waktu yang lama. Sehingga mobil listrik tersebut lebih banyak berdiam di garasi dibandingkan dengan mengaspal di jalan raya. Misalnya ketika pemerintah menerapkan kebijakan PSBB untuk menekan laju penyebaran covid19.

Meski lebih banyak berdiam diri di garasi, tidak ada salahnya terus dichas agar baterai dalam keadaan stabil. Chas ini bisa dilakukan di rumah atau di stasiun pengisian bahan bakar.

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan agar baterai mobil listrik selalu dalam keadaan awet. Selalu ingat bahwa meski mobil listrik seperti menjawab permasalahan seputar pencemaran udara, tapi jika tidak dirawat sebagaimana mestinya, mobil listrik akan menimbulkan masalah baru.

Terlebih lagi mobil listrik tergolong barang baru di Indonesia. Jadi pastikan segala kerusakan yang dialami ditangani oleh mereka yang berkompeten di bidangnya. Jangan membawa mobil listrik ke bengkel yang tidak memahami bagaimana cara menangani kerusakan electric car ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.